Step Up Revolution: Dance to be Heard 9.2/10


Mungkin bagi sebagian orang berdansa hanyalah sebuah kegiatan hiburan untuk menghilangkan stress. Berdansa mungkin saja hanya dianggap kegiatan untuk bersenang-senang. Profesi sebagai penari pun masih sering dipandang sebelah mata. Namun melalui film ini, kita akan diberi inspirasi bahwa melalui dansa atau tarian kita dapat mengubah banyak hal.

Film Step Up 4: Miami Heat atau yang lebih populer disebut Step Up Revolution ini mengambil lokasi syuting di Miami, USA. Begitu film dimulai kita akan disuguhi pemandangan tepi pantai dengan pasir putih ditumbuhi banyak pohon kelapa. Ada pula hotel-hotel mewah dan gedung-gedung pencakar langit yang terlihat kontras dengan perumahan penduduk yang bisa dibilang sederhana. Pada scene pertama kita langsung disuguhi flash mob yang mengambil tempat di jalanan. Mereka memberhentikan mobil dan menari diantara mobil-mobil tersebut. Orang-orang yang melihat ada yang merasa kagum tetapi ada pula yang merasa terganggu. Dalam aksi tersebut mereka memperkenalkan diri sebagai The MOB. Crew yang di ketuai oleh Sean (Ryan Guzman) ini berhasil menarik perhatian orang-orang di Miami. Video flash mob mereka ditonton oleh jutaan orang. Tetapi ada pula orang yang tak setuju dan menganggap bahwa The MOB menggangu kelancaran jalan. Banyak pertanyaan muncul seperti siapa The MOB, apa tujuan mereka melakukan flash mob, dan masih banyak lagi. Ketika anda menonton lebih jauh, anda akan menemukan bahwa ternyata tujuan mereka melakukan flash mob adalah untuk mendapatkan uang. Mereka memvideokan flash mob mereka dan diupload ke youtube. Saat itu youtube sedang mengadakan kompetisi bahwa video yang mencapai 10 juta penonton akan mendapatkan hadiah berupa uang.

Selanjutnya dikisahkan pertemuan Sean dengan Emily Anderson (Kathryn McCormick) disebuah pesta. Mereka berdansa bersama dan saling terpana tetapi tak sempat berkenalan karena Emily segera kabur ketika melihat Tripp (Tommy Dewey) yang adalah tangan kanan ayahnya. Namun beberapa hari setelahnya, Sean tak sengaja bertemu dengan Emily. Kala itu Emily sedang menyantap sarapan dengan ayahnya, sementara Sean datang sebagai pelayan. Dari situ Sean mengetahui bahwa Emily merupakan putri dari pemilik hotel teman ia bekerja. Beberapa waktu setelahnya, Sean melewati sebuah ruangan dan ia melihat Emily sedang menari balet. Emily sedang berlatih untuk audisi pemilihan anggota sebuah organisasi dansa ternama. Kalau ia sampai tidak lolos audisi dan tak dapat menjadi penari profesional, ia harus pulang dan bekerja dengan ayahnya. Melihat Emily yang putus asa, Sean mengajak Emily untuk datang ke Museum Seni dan Budaya. Sean berkata bahwa akan ada kejutan yang dapat memberi inspirasi pada Emily.
 
Menurut saya, konsep untuk flash mob yang kedua ini sangat bagus. Jadi pada pameran kesenian tersebut para anggota crew menyamar menjadi karya seni itu sendiri. Ada yang menyamar menjadi patung, lukisan, jam dinding, ada pula yang berpakaian seperti balerina dengan kostum yang berhiaskan cahaya. Permainan lampu dan laser juga membuat para pengunjung museum terpana meski mereka sempat kaget dan bingung akibat flash mob dadakan itu. Setelah menyaksikan aksi luar biasa itu, Emily ingin sekali bergabung dengan The MOB. Namun, Eddie (Misha Gabriel), teman baik Sean sekaligus penetus The MOB merasa tidak setuju untuk untuk merekrut Emily begitu saja sebagai anggota. Tetapi Sean berhasil meyakinkan Eddie bahwa Emily merupakan penari yang hebat dan ia layak untuk bergabung dengan The MOB. Untuk menguji Emily, Eddie menyuruh Emily untuk merancang sebuah flash mob.

Flash mob dibawah pimpinan Emily berlangsung di sebuah restoran mewah. Flash mob itu lagi-lagi menarik perhatian publik dan membuat banyak orang berdecak kagum. Untuk itu mereka merayakannya dengan bersantai di sebuah cafe bernama Ricky's. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama sebab kawasan penduduk di pesisir sungai akan digusur dan dijadikan kawasan hotel and resort oleh perusahaan Anderson, perusahaan ayah Emily. Tentu saja Emily berusaha membujuk ayahnya untuk membatalkan rencana tersebut segera setelah mendengar berita itu namun ayahnya tak menggubris ucapan Emily. Lalu muncullah ide untuk berdemonstrasi menolak pembangunan tersebut namun dengan cara flash mob.

The MOB mengumpulkan lebih banyak orang untuk melaksanakan flash mob ketika rapat pihak Anderson sedang mengadakan rapat dengan dewan kota. Salah satu anggota The MOB menyalakan alarm tanda bahaya sehingga rapat pun ditunda dan semua orang beranjak untuk keluar dari gedung. Namun begitu sampai di lantai dasar, para anggota The MOB yang menyamar menjadi pegawai kantoran segera melancarkan aksi flash mob mereka. Mereka berusaha untuk memperotes bahwa Anderson tidak dapat begitu saja menggusur tempat tinggal dan tempat mencari nafkah mereka. Di akhir flash mob terdapat tulisan "we are not for sale" yang menyatakan aspirasi mereka. Video flash mob kali ini mendapat perhatian lebih banyak orang dari berbagai tempat bukan hanya di Miami. Akibatnya The MOB berhasil menduduki peringkat 1 pada chart video yang paling banyak ditonton di youtube.

Namun suatu ketika Eddie menemukan video Sean yang sedang membantu Emily berlatih untuk audisi dansa. Dari situ Eddie mengetahui bahwa Emily merupakan anak dari pemilih perusahaan Anderson. Merasa dibohongi, Eddie membuat rencana untuk membalas dendam. Jadi, Eddie dan anggota The MOB lainnya melakukan flash mob dan melakukan beberapa pengrusakan di acara pesta dansa yang diselenggarakan Anderson. Disana ada Emily dan Sean yang bekerja sebagai waiter dan mereka tidak tahu apa yang direncanakan Eddie. Eddie membocorkan kalau Emily lah yang mengajukan ide untuk melakukan flash mob sebagai sarana demonstrasi guna menggagalkan proyek ayahnya. Hal itu membuat dukungan dewan kota beralih ke Anderson sehingga proyek pun disetujui. Emily marah kepada Sean dan Sean marah kepada Eddie. Sejak itu semuanya menjadi kacau. Emily tak berhasil lolos audisi, Sean kehilangan tempat tinggal karena rumahnya digusur untuk proyek Anderson, The MOB kehilangan pemimpin dan Ricky's pun terpaksa tutup karena ikut tergusur pula.

Kejadian itu tak berlangsung lama sebab Ricky (pemilik cafe Ricky's) menyuruh Eddie untuk meminta maaf kepada Sean sebab akibat tindakan gegabahnya semua menjadi kacau. Sean pun memaafkan Eddie dan The MOB pun kembali beraksi. Mereka melakukan flash mob lagi untuk berusaha menggagalkan proyek Anderson. Dengan bantuan dancer-dancer dari wilayah lain seperti Moose (Adam Sevani) dan Kido (Mari Koda), keduanya pernah muncul di Step Up sebelumnya, mereka berhasil menggemparkan Miami dan akhirnya Anderson pun berubah pikiran. Anderson akan tetap membangun lingkungan tersebut namun tanpa menghancurkannya. The MOB pun berhasil mencapai tujuan awal mereka yakni Dance to be heard atau agar pendapat mereka didengar melalui tarian.

Dari film ini saya merasa banyak pesan yang ingin disampaikan. Diantaranya adalah kita harus tetap berusaha untuk mencapai cita-cita kita tak peduli sebesar apa pun badai yang mengahadang. Juga film ini menegaskan bahwa segala talenta yang kita memiliki sangatlah berharga. Menari tidak hanya sekedar hiburan, di tangan yang tepat menari dapat digunakan menyampaikan aspirasi dan menggerakan massa. Lewat tarian, perasaan sebagai komunitas yang satu juga menyebabkan hubungan antar individu menjadi lebih harmonis dan lebih dekat.

Well, for me this is the best Step Up series ever! - DANCE TO BE HEARD!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 buah eksotik Indonesia

Jembatan Keledai Rumus Triginometri

Sebegitu Menakutkan kah Diriku?