Sebegitu Menakutkan kah Diriku?

Pendiam memang label yang sudah melekat pada diri saya. Tetapi menakutkan? Hmm... Sepertinya tidak. Tetapi kemarin ada teman saya yang mengaku takut dengan tatapan saya. Sebegitu mengerikannya kah?

Ceritanya begini, ketika pulang sekolah tepatnya saat akan keluar dari kelas saya sedang bad mood. Ya biasalah kekesalan pelajar apalagi kalau bukan karena tugas yang menumpuk? Nah di dorong oleh perasaan kesal tersebut, secara refleks saya mengepalkan tangan dan meninju pintu kelas (tidak terlalu keras sih, kalau keras kan tangan saya juga yang sakit... hehe). Ternyata ketika saya melakukan itu, ada teman saya yang melihatnya, namanya Jose. Sebelumnya si Jose sedang mengoceh sendiri tentang siapa yang seharusnya membersihkan tulisan di papan tulis. Dia kira saya meninju pintu karena marah terhadapnya, atas kecerewetannya.

Setelah keluar dari kelas, dia bertanya kepada saya, "Lagi kesel ya Luci?" Saya hanya menengokkan kepala ke arahnya dan tersenyum tipis. Tetapi dari penglihatannya Jose, saya hanya menoleh ke arahnya tanpa tersenyum ditambah dengan tatapan yang menakutkan dan hal itu membuatnya takut setengah mati. Lalu saya segera berjalan melaluinya. Maksudnya saya ingin cepat-cepat pulang. Tetapi lagi-lagi teman saya ini menganggapnya berbeda. Ia kira saya marah dan cepat-cepat berjalan meninggalkannya. Padahal menurutnya ia memanggil-manggil nama saya ketika itu. Sebenarnya saya sendiri tidak mendengar, bukannya saya yang 'melarikan diri'. Nah teman saya ini menjadi semakin bingung, takut, dan merasa bersalah. Ia pun bertanya kepada temannya apakah ada perkataannya yang salah kepada saya. Nah temannya ini memanas-manasi nya dengan berkata, "Hayo loh Jo..." Tentu saja teman saya menjadi semakin takut. Selama perjalanan pulang pun ia gelisah memikirkan apa yang telah dilakukannya terhadap saya sehingga saya marah padanya.

Sore hari, ketika saya sedang les, saya menerima sebuah sms yang ternyata dari Jose. Bunyinya demikian, "Luci, ada apa denganmu??" Saya bingung dengan pertanyaannya sehingga saya hanya menjawab, "Hah?" Sementara Jose menganggap 'hah' itu sebagai ungkapan kesal, seperti 'mau apa sih loe?' Lalu ia pun membalas sms, "Err.. r u mad with me?" Saya pun menjawab, "Engga kok jo. Lu kenapa sih?" Kemudian mulailah ia menceritakan mengapa dia kira saya marah padanya. Jujur saya tak bisa berhenti tertawa saat membaca pesan singkat yang dikirimkannya. Saya sungguh tidak menyangka tampang saya bisa semenakutkan itu. Padahal sungguh saya tidak bermaksud untuk menakutinya...

Akhirnya kesalahpahaman bisa di atasi di antara saya dan teman saya. Gomen Jose! I really didn't mean to make you afraid. Hehehehe... :)

Komentar

Anonim mengatakan…
Kok kegnya gw kenal ya ma tu orang..??

Postingan populer dari blog ini

7 buah eksotik Indonesia

Jembatan Keledai Rumus Triginometri